Selasa, 22 Februari 2011

Perempuan Berwajah Sendu dan Laki-laki Keras Kepala


Rabbi..
Sebenar-benarnya aku tak menyangkali nikmat dariMu
Benar-benar, aku tau kuasaMu, Rabb
Dzat penggenggam alam semesta
Dzat Maha Berkehendak atas segala sesuatu

Aku pun tak bisa pungkiri semua atasMu, Rabbku
Bahkah hidup&matiku ada di tanganMu
Jadi sangat mudah bagiMu berkehendak atas aku
Seorang makhluk hina dan papa
Seorang perempuan yang sedang terpuruk
Tersungkur dalam gersangnya hati
Dan dunia yang serasa tak menyapanya ramah, kini
Tak menyambutnya dengan tangan terbuka dan penuh senyum

Kenyataannya, dunia yang berisi berjuta-juta milyar penduduk ini
Tak memberinya ruang, senyumnya yang getir manis
Selalu diumbarnya untuk menapaki hari demi hari
Dengan harapan atas sesuatu yang tak jua kunjung datang padanya

Apakah ia meminta, dijadikan seorang yang kaya raya?
Atau paling tidak mempunyai orang tua yang kaya
Sehingga tiap hari, ia dapat makan dimana pun ia mau,
Dapat membeli pakaian, sepatu, asesoris tiap bulannya
Atau bisa membeli produk kecantikan seperti yang perempuan2 lain lakukan
Untuk merias diri, memperbaiki penampilan, mengikuti mode??
Dan bisa hang out, begitu kebanyakan orang bilang... di setiap penghujung minggu?

Apakah ia meminta, diberikan pekerjaan dengan gaji yang menggiurkan
Dengan seragam mentereng, bekerja di kantor betingkat
Yang memberinya fasilitas mewah
Mempunyai kartu kredit, yang dapat digesek sesuka hatinya?

Atau dia menginginkan menjadi seorang yang cantik jelita
Supaya semua laki-laki terpesona padanya
Memakai gaun yang indah dan seksi
Yang senantiasa baru dan up to date?

Ataukah dia mengingkan seorang laki-laki
Yang kelak menjadi suaminya adalah laki-laki yang sempurna
Dengan ketampanan yang luar biasa, berhidung mancung, berkulit putih
Berperawakan tinggi besar, mempunyai pekerjaan yang mapan, berasal dari keluarga kaya
Laki-laki yang dapat memberinya apa pun yang ia inginkan
Laki-laki yang digilai banyak wanita karena pangkat, jabatan, fisik, materi dan semua yang ada padanya?

Rabb... apakah perempuan berparas sendu itu
Menginginkan semua itu?

Tidak Tuhanku...
Bukan..bukan semua itu yang diinginkannya

Tanpa aku katakan
Engkau pasti tau, Rabb...
Apa yang ada di balik hati perempuan berparas sendu itu
 yang sudah terlanjur koyak karena terpaan badai
Air matanya pelan mengalir
Bukan karena meratapi nasibnya
Tapi, ia menangis karena belum dapat membahagiakan kedua orang tuanya
Yang kini mulai menua karena usia
Menangis karena belum dapat memberikan yang terbaik sesuai keinginan mereka
Menagis karena setiap pulang ke rumah, bukan ia yang berkata “Ini Pak, Bu, sedikit uang untuk sekedar  beli gula dan kopi kesukaan Bapak?”
Tapi yang terdengar adalah suara Bapak yang berkata“Masih ada sangunya ngga?”
Ia juga menanagis karena kedua orang yang membesarkannya, belum dapat  ia sentuh hatinya
Belum dapat yakinkan mereka atas pilihan hidup yang sedang dan akan ia pilih nantinya
Pilihan yang ia yakini benar, dapat membahagiakannya
Hati perempuan itu teriris, tergerus oleh kesedihan akan ini
Kedua orang yang ia hormati benar, belum dapat menangkap sinyal kebahagian atas pilihan putrinya tersebut
Ia menangis dalam keluhnya yang sepi, di malam ketika matanya hendak terpejam
tanpa diketahui oleh jangkrik-jangkrik sawah dan cahaya bintang gemintang yang riuh sesak di angkasa

Perempuan itu tidak ingin yang muluk-muluk, Tuhanku
Bukan orang tua kaya atau ingin menjadi orang kaya
Tapi ia hanya ingin menjadi seseorang yang berkecukupan
Palinhg tidak untuk kehidupannya sendiri
Ia juga tidak silau dengan keinginan untuk membeli ini-itu
Bukan karena semata ia tidak mempunyai uang cukup berlebih
Tapi, dia adalah perempuan yang cukup pandai mengelola emosi dan keuangannya
Ia cukup bahagia dengan apa yang ia punya
Pakaian yang sederhana dan pantas
Dapat makan dengan lahap walau hanya dengan sambal dan hijaunya sayur sawah segar
Ia sudah merasa cukup dengan itu semua
Dan tahukah Engkau, Tuhanku...
Perempuan berparas sendu itu, pernah juga kehabisan uang ketika itu
Uang hanya tinggal beberapa puluh ribu, tapi bulan baru berjalan dua pertiganya
Kadang ia berpuasa, untuk menghemat pengeluaran
Walau dia juga pernah merasakan, bagaimana hidup dalam kondisi yang serba lebih
Tapi itu tidak membuatnya arogan... Ia  tetap dengan kesederhanaannya

Ia hanya berharap dapat hidup mandiri
Mengingat usianya yang menanjak menuju seperempat abad
Ia hanya ingin mempunyai penghasilan yang cukup
Yang cukup untuk menghidupi dirinya
Dan keluarganya kelak
Syukur-syukur ada kelebihan rejeki yang dapat sedikit ia tabung
Ia tidak merasa gengsi bekerja mulai dari nol
Tidak menginkan jabatan yang dibilang “wah”
Bahkan menjadi seorang pedagang dengan gelar sarjana yang dipunyainya, tak membuatnya malu
Menurutnya ...gelar hanyalah sampiran,
Ia hanya ingin dapat mandiri, Rabb...

Tuhanku...
Sekarang... saat semuanya kembali ke titik krisis karirnya
Ia hanya mohon kepadaMu, Rabb...
Tunjukkan jalan baginya agar ia mendapat penghasilan yang barokah dan terbaik
Untuk dirinya dan masa depannya

Rabb...
Apakah dia ingin menjadi perempuan yang cantik?
Ia tidak memungkirinya, Tuhan...
Ia ingin terlihat cantik
Bukan karena ingin dipuja oleh banyak pria
Tapi ia ingin agar kecantikan lahir dapat menambah kualitas dirinya
Ia ingin cantik tapi kecantikan yang diperuntukan suaminya kelak, Rabb
Ia ingin membahagiakan suaminya, baik secara batin maupun lahir
Wajah yang tidak secemerlang gadis-gadis sampul itu, Rabb..
Membekas di senyumnya yang lusuh
Tapi ia berusaha untuk slalu bersyukur  dengan apa yang ada di dirinya
Walau setiap kali melihat perempuan lain yang dengan moleknya berdandan dengan wajah yang bersih mulus, dengan polesan yang aduhai...
Tak ia pungkiri, rasa iri itu muncul di benaknya
Melihat perempuan-perempuan yang dapat dengan mudahnya mengeluarkan berlembar-lembar uang ratusan rupiah untuk perawatan diri, untuk memanjakan diri mereka
Kadang ia merasa sangat cemburu dengan perempuan-perempuan itu, Rabb
Tapi ia berusaha untuk tetap dewasa menyikapi ini semua
Ia dengan diamnya, berusaha menata emosinya, menata hatinya
Dengan kata syukur yang tak ingin ia padamkan dari hatinya

Apa yang membuat dia begitu kuat dalam melangkah
Apa yang membuat ia begitu tenang menjalani kehidupan
Apa yang membuat ia kembali tersenyum saat air mata berdesakkan ingin berhampuran, Rabb?

Semua itu tak lepas dari bayangan seorang laki-laki keras kepala tapi begitu lembut hatinya
Seorang laki-laki yang telah membuat hari-harinya berwarna dan berisikan lagu-lagu cinta
Seorang laki-laki yang dapat membuat ia merasa terlindungi
Seorang laki-laki yang menjadi orang paling berharga dalam hidupnya
Seorang laki-laki itu yang selalu ada disampingnya, ketika ia butuh sandaran
Seorang laki-laki itu yang pasti ada di belakangnya ketika ia butuh dorongan
Seorang laki-laki itu yang tanpa disadarinya adalah orang yang telah banyak berkorban untuknya
Laki-laki itu adalah orang paling istimewa bagi perempuan berwajah sendu
Laki-laki itu adalah orang yang diharapkannya kelak menjadi orang yang menemaninya menjalani waktu hingga senja
Orang yang diharapkannya menjadi bapak untuk anak-anaknya
Orang yang diharapkannya berbagi dalam setiap jengkal kehidupannya kelak
Orang yang diharapkannya bukan sekedar untuk berbagi rasa tapi berbagi hidup untuk selama-lamanya, selama waktu yang diberikan olehNya


Laki-laki itu...
Sungguh bukan seorang yang sempurna
Tapi justru dari ketidaksempurnaannya itu, ia menjadi begitu istimewa
Di hati perempuan berwajah sendu
Laki-laki itu memberikan cerita tersendiri bagi perempuan berwajah sendu
Ada tangis dalam cerita mereka
Ada tawa dan kemesraan yang selalu terjaga bertahun selama mereka bersama
Ada ketidakpercayaan bahkan kebencian yang terkadang menyelinap
Dan membuat ketidaknyamanan yang berarti
Ada kesalahpahaman
Dan kadang ada ketidakmengertian satu sama lain
Semua itu terangkum dalam satu cerita “perempuan berwajah sendu dan laki-laki keras kepala”
Cerita itu mengharu-biru
Namun cerita itu membawa kedewasaan pada keduanya
Cerita itu membuat mereka dapat berpikir dan bertindak secara lebih matang
Cerita yang tak hanya berisi kegembiraan itu
Membuat mereka lebih dapat menghargai apa artinya “kepercayaan dan cinta”itu sendiri
Cerita itu bagi mereka adalah guru yang mengajarkan banyak hal
Cerita yang akan membawa langkah perempuan berwajah sendu dan laki-laki keras kepala
Menjadi lebih tegap dan tegar menghadapi rintik yang akan dan selalu ada di depan mereka

Namun yang pasti...
Rasa yang ada pada perempuan berwajah sendu, adalah yang sebenarnya ada
Bukan..bukan karena ketampanan, harta kekayaan, gelar, jabatan atau apa yang sejenisnya
Ia memilih laki-laki keras kepala itu menjadi orang yang sangat istimewa baginya

Paras, harta kekayaan, gelar, jabatan...
Itu semua bisa hilang tergantikan waktu
Namun hati yang tulus dalam menjaga, kesungguhan dalam menjalani kebersamaan
Dan keyakinan untuk melangkah bersama baik dalam getir atau pun bahagia
Itulah yang terpenting
Tak peduli sebagaimana belum menguntungkannya kondisi saat ini
Perempuan berwajah sendu itu tak mempermasalahkannya
Bahkan ia ingin meyakinkan ke semuanya, bahwa mereka bisa
Mereka sanggup menghadapi semua rintangan di depan mereka
Karena perempuan berwajah sendu  yakin pada laki-laki keras kepala yang sudah lama dikenalnya itu

Rabbi...
Tunjukkan jalanMu pada perempuan berwajah sendu dan laki-laki keras kepala itu
Berikan titik terang pada doa-doa perempuan berwajah sendu itu
Tenangkanlah hati laki-laki keras kepala jika ia merasa gundah akan beberapa hal, diluar kemampuan logika manusianya
Jadikan cerita “wanita berwajah sendu dan laki-laki keras kepala” itu mendapat ending yang terbaik, Tuhanku
Hanya Engkaulah Dzat yang Maha Mengetahui apa- apa yang tidak kami ketahui
Amin...


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar